oleh : Capt. Endri Dwi Herdian, M.Mar, Deputy Manager of Vessel Service Regional Kalimantan

Capt. Endri D. Herdian (ketiga dari kiri) dan LO PT. PMS beserta crew TB. Mitra Anugerah 15

Sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan nomor 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal, maka sebagai penunjang untuk lancarnya kegiatan olah gerak kapal di Pelabuhan Trisakti dibantu dengan 2 (dua) armada kapal tunda.

Kapal tunda yang tersedia di lingkungan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) dikelola oleh anak Perusahaan, yaitu PT. Pelindo Marine Service yang menyediakan kapal tunda dengan sistem milik maupun carter.

Kapal tunda ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelabuhan yang dilayani, dimana ada pelabuhan yang membutuhkan kapal-kapal tunda dengan jumlah yang banyak mengingat kunjungan kapal yang juga banyak, ada pula pelabuhan yang membutuhkan kapal tunda dalam jumlah yang tidak terlalu banyak tetapi memiliki kekuatan dan spesifikasi tertentu.

Dalam hal Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ini, mengingat karakteristik perairannya yang merupakan perairan sungai dengan banyak spot dangkal dalam daerah pelayanannya, maka keberadaan armada tunda konvensional masih diperlukan.

Dari segi konstruksinya, dimana Kapal Tunda jenis ini memiliki baling-baling jenis Fix Propeller, secara tidak langsung memiliki daya tahan yang lebih baik untuk pelayanan di daerah-daerah yang kadangkala memaksa kapal tunda untuk sesekali touching dengan dasar perairan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan olah gerak kapal tunda jenis ini amat jauh dibandingkan dengan jenis azimuth, akan tetapi permintaan untuk kapal tunda jenis ini tetap ada mengingat daerah pelayanan maupun berkaitan dengan nilai charter nya.

Pada 15 Februari 2019, Capt. Endri Dwi Herdian, M.Mar selaku Deputy Manager beserta staf Pelayanan Kapal dan Liaison Officer PT. Pelindo Marine Service Hasrullah, mengikuti sekaligus mengawasi jalannya Sea Trial kapal Tunda TB. Mitra Anugerah 15 yang dinakhodai oleh Muhammad Basir.

Kapal tunda ini ditenagai oleh mesin YANMAR 6RYA17 berkekuatan 2 x 1000 HP, yang mampu menghasilkan 23 Bollard Pull. Kapal dengan Twin Screw Fix Propeller buatan tahun 2010 ini diklaim memiliki kecepatan maksimum 11 knots dan service speed 8 knots.

Secara keseluruhan Proses Sea Trial pre Charter ini berjalan lancar, dimulai sejak pukul 15.10 sampai 16.00 WITA di perairan Sungai Barito Banjarmasin, dengan menguji semua kemampuan kapal tersebut sesuai kebutuhan operasional pelabuhan antara lain olah gerak, kekuatan tarik tekan dan pemadaman kebakaran.

Kehadiran Kapal Tunda ini, bersama dengan Kapal Tunda yang ada sebelumnya, yaitu TB. Anoman V yang berjenis SRP (Schottel Rudder Propeller) menjadi pelengkap sarana Pemanduan di Banjarmasin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.